Minggu, 12 Agustus 2018

Manfaat Daun Bangun - Bangun

Bangun-bangun
Coleus amboinicus Lour
Nama umum
Indonesia : Bangun-bangun, daun kucing, daun kambing, Daun bumbu jo ( Bima, NTB)
Inggris : Country borage, Indian mint, Mexican mint
Vietnam : Tan day la
Cina : Zuo shou xiang, yin du bo he, dao shou xiang
Jepang : Kuuban oregano

Manfaat Daun Bangun - Bangun

DESKRIPSI UMUM
Daun bangun-bangun adalah tanaman daerah tropis yang daunnya mempunyai bau tertentu jadi dikenal sebagai tanaman aromatik. Tanaman ini tak sedikit ditemukan di India serta Ceylon serta Afrika Selatan, mempunyai bunga yang bentuknya tajam serta mengandung minyak atsiri jadi disebut juga Coleus aromaticus. Di India, tanaman ini pula telah lama dikenal sebagai obat demam malaria, hepatopati, batu ginjal serta kandung kemih, batuk, sesak napas kronik, cekukan, bronkitis, cacingan, kolik serta kejang. Tanaman ini mengandung beberapa tipe flavonoid yaitu quercetin, apigenin, luteolin, salvigenin, genkwanin. Daun tanaman ini juga telah dibuktikan sebagai antiinflamasi sebab bekerja menghambat respon inflamasi yang diinduksi oleh siklooksigenase, juga memang sebagai anti kanker serta anti tumor (Kaliappan, 2008; Mangathayaru, 2008).

Suatu penelitian yang diperbuat oleh Dijkhuizen et al, 2001 memperoleh rendahnya kadar mikronutrien (vitamin A, Fe, Zn) pada bayi sangat berhubungan dengan rendahnya kadar mikronutrien tersebut pada ASI.

Daun bangun-bangun mempunyai ciri-ciri bertulang lunak, beruas-ruas, melingkar, dengan diameter kurang lebih 15 mm, tahap tengah serta ujungnya kurang lebih 10 mm ± 5 mm, bisa berkembang- biak dengan mudah. Daun yang tetap segar bentuknya tebal, berwarna hijau tua, kedua permukaan daun licin. Tanaman ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan beberapa nama yang tak sama, di Jawa Tengah disebut daun Cumin, Orang Sunda menyebutnya daun ajeran, di Madura disebut daun kambing serta di Bali disebut daun Iwak. Di daerah Batak Sumatra Utara sendiri disebut sebagai daun bangun-bangun alias torbangun (Gembong, 2004).

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnolipilihanda (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Lamiales
Famili: Lamiaceae
Genus: Coleus
Spesies: Coleus amboinicus Lour


SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan beberapa kandungan kimia yang telah diketahui, a. l: Daun : Kalium, minyak atsiri 2% yang mengandung karvakrol, isoprofil-o-kresoldan fenol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat: rasa getir, berbau harum, serta membikin tebal di lidah, carminatif, laktagoga, menghapus sakit, penurun panas, serta antisptik, aphrodisiak, penyegar, penambah semangat.
Efek zat aktif :
Barbatusin (seluruh tanaman); merangsang semangat,
Barbatusol (daun); menghapus rasa lelah serta letih,
Coleol (seluruh tanaman); merangsang semangat,
Forskolin (umbi/ akar); merangsang ereksi, tonikum jantung aktivator enzim adenilat-siklase,
Phytosterol (seluruh tanaman),
steroid. Dalam farmakologi Cina flora ini mempunyai rasa agak pedas serta agak masam.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan beberapa literatur yang mencatat pengalaman dengan cara turun-temurun dari beberapa negara serta daerah, tanaman ini bisa menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
Sariawan. Lima lembar daun segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun yang telah bersih lalu dikunyah perlahan-ahan, airnya ditelan serta ampasnya dibuang.

Demam. Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang, tumbuk hingga semacam bubur lalu diperas serta disaring. Airnya diminum serta ampasnya dipakai untuk menggosok badan.

Asma serta batuk. Daun segar 10 lembar cuci bersih serta bilas dengan air matang, tumbuk hingga semacam bubur lalu diperas serta disaring. Air perasannya ditambah minyak wijen, minum.

Batuk rejan. Biji jinten ¾ sendok teh digiling halus, lalu diseduh dengan ½ cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk hingga merata. Diminum selama hangat 2 kali sehari.

Sakit kepala. Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan, tempelkan di kepala serta pelipis.

Rematik. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya serta diremas hingga merata. Bubur daun tersebut dipakai untuk melumas serta menggosok tahap yang sakit.

Ayan. Daun jinten 30 lembar,ngokilo 10 lembar, lenglengan 25 lembar, sambiloto 40 lembar, meniran 8 sirip,gula enau 3 jari. Cuci sertapotong-potong sebutuhnya lalu direbus dengan 4 gelas air bersih hingga tersisa 2 ¼ gelas. Seusai dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x ¾ gelas.

Perut kembung. Daun 5 lembar, cuci tumbuk halus, seduh dengan ¾ cangkir air panas. Saring, minum
Mempertidak sedikit asi. Daun jinten dimasak dengan sop ayam. Makan seluruhnya.
Aphrodisiak. Seluruh tanaman direbus bersama bahan lain.